50 Fitur Cpanel dan Penjelasannya

cpanel

cpanel adalah semacam “panel kontrol” utama dalam suatu webiste, di panel ini sudah di desain sedemikian rupa agar mudah di operasikan namun masih banyak fitur, selain banyak fungsi, cpanel juga ringan.

File Manager. Anda pasti mengetahui fungsi Windows Explorer pada Sistem Operasi Windows. Nah, File Manager memiliki fungsi yang sama. Yaitu untuk mengatur direktori dan file-file kita.

Disk Space Usage. Fitur ini menyediakan cara tercepat untuk melihat jumlah disk space yang dipakai oleh tiap folder. Dari sini kita bisa memantau apakah space hosing kita telah teralokasi dengan benar, ataukah ada anomali lainnya yang menyebabkan space kita habis.

Bandwidth. Fungsi ini memungkinkan Anda untuk melihat penggunaan bandwidth dari situs Anda. Hal ini mencakup semua aktivitas baik HTTP (web), POP (mail), hingga FTP.

Backups. Percayalah, anda sangat memerlukan fitur ini. Dengan backup rutin, anda menjamin situs anda bebas dari ancaman cybercrime, karena anda tinggal restore ke backup paling fresh. Pindah hosting juga bisa anda lakukan sewaktu-waktu bila anda punya backup.

Change Password. Tentu saja untuk ganti password cPanel. Hal ini harus rutin dilakukan untuk menghindari resiko penyadapan.

FTP Accounts. Melalui fitur ini kita bisa membuat akun FTP dan membatasi ruang geraknya agar hanya bisa mengunggah atau mengunduh data dari direktori tertentu. Untuk FTP sendiri, anda perlu sebuah third party program seperti FileZilla, CuteFTP, dlsb.

FTP Session Control. Anda dapat menggunakan fungsi ini untuk melihat siapa yang sedang login melalui FTP ke situs anda atau menghentikan session FTP tanpa ijin ke situs Anda.

MySQL Databases. Melalui fitur ini, kita bisa menciptakan database, user, dan mengatur hak akses dari setiap user. Sesuai namanya, tipe data yang disupport adalah MySQL.

phpMyAdmin. Jika fitur MySQL Database berfungsi menciptakan database, maka fitur phpMyAdmin berfungsi untuk edit tabel-tabel dari database tersebut.

Remote MySQL. Di sini, kita bisa akses database tanpa login dulu ke cPanel. Pertama kita harus whitelist dulu IP komputer kita melalui fitur Remote MySQL. Kemudian kita bisa memanfaatkan third party program seperti HeidiSQL, Navicat, MySQL GUI tools, dan sejenisnya untuk remote.

Email Accounts. Dengan keberadaan fitur ini, kita bisa membuat alamat email dengan nama domain sendiri seperti [email protected] Fitur ini sudah dilengkapi fasilitas webmail untuk cek pesan masuk ke Inbox email kita. Tetapi kita juga bisa menggunakan Outlook Express.

Webmail. Di sini, anda bisa login ke akun email anda untuk mengakses email dari komputer manapun. Atau, anda dapat langsung buka webmail dengan login ke alamat abc.com:2096 (ganti abc.com dengan nama domain anda).

Email Trace. Di sini, Anda dapat melacak pengiriman email dari akun anda. Anda dapat melihat rinciannya, termasuk apakah pesan telah berhasil sampai, atau masih masuk ke queue server.

Auto Responder. Fungsinya untuk mengirim pesan balasan secara otomatis pada siapa saja yang mengirimkan email ke alamat anda. Fitur ini bisa sangat berguna saat Anda sedang liburan.

Forwarders. Di sini, Anda bisa mengirim salinan email-email yang diterima sebuah alamat ke alamat lainnya sehingga Anda tidak perlu memeriksa kedua account.

SPAM Assassin. Setelah memiliki inbox dan akun email, kita perlu memiliki suatu interface yang melindungi inbox dari serangan spam. Di sinilah pentingnya Spam Assasin. Sesuai namanya, fitur ini berfungsi untuk menyaring email secara otomatis.

BoxTrapper. Dia melindungi inbox email Anda dari serangan spam dengan mengharuskan semua pengirim terverifikasi pada daftar Whitelist Anda.

Subdomain. Bikin subdomain sama seperti membuat sub-sub direktori tertentu di server kita. Contohnya di domain jagoanhosting.com, kita bisa membuat subdomain seperti blog.jagoanhosting.com atau member.jagoanhosting.com dan sebagainya.

Addon Domain. Satu hosting umumnya hanya bisa dipakai satu domain saja. Namun dengan Addon Domain, kita bisa menambahkan domain kedua, ketiga, dan seterusnya. Domain yang kita tambahkan akan menciptakan satu direktori sendiri. Sehingga dia seolah memiliki space sendiri.

Parked Domain. Parked Domain fungsinya mengarahkan domain yang diparkir agar menampilkan domain utama. Sama seperti fungsi Domain Forwarding pada domain anda. Tetapi di samping konfigurasi dari sisi domain, setting dilakukan dari sisi hosting.

Redirect. Jika Parked Domain akan mengarahkan secara total, maka Redirect akan mengarahkan sebuah halaman tertentu saja ke halaman lainnya. Misalnya untuk mendapatkan URL yang lebih ringkas (URL shortener).

DNS Zone Editor. Fitur ini memungkinkan kita setting sendiri A record dan CNAME dari domain kita untuk berbagai keperluan. Misalnya Google Apps, dan redirect domain ke Blogspot.

MX Entry. Salah satu fitur yang anda perlukan untuk mengaktifkan Google Apps. Cara kerjanya adalah dengan mengubah jalur berkirim-terima email anda.

SSL / TLS Manager. Di sini, Anda bisa generate key yang diperlukan untuk mengaktifkan protokol HTTPS terhadap website anda. Sebelumnya, anda harus membeli sertifikat SSL dulu pada provider kepercayaan anda.

Error Log. Fungsi ini akan menampilkan daftar 300 kesalahan terakhir yang terjadi di website Anda. Fitur  ini akan sangat berguna untuk identifikasi jika sewaktu-waktu website anda mengalami blank page.

IP Deny Manager. Fitur ini memungkinkan kita untuk blok alamat IP yang jahat terhadap situs kita.

Virus Scanner. Di sini, kita bisa scan virus yang ada di hosting kita dan menanggulangi keberadaan badware yang mungkin saja menumpang ketika kita sedang mengunggah data.

Hotlinking Protection. Seringkali orang lain kopi paste artikel website kita, sekaligus dengan gambar-gambarnya. Sehingga pengunjung mereka akan mencuri bandwidth kita sedikit demi sedikit. Kita bisa menghindarinya dengan Hotlinking Protection.

Password Protect Directories. Dengan fitur ini, kita bisa memberi perlindungan berupa kunci password tambahan pada sebuah folder.

Leech Protect. Sama seperti Password Protect Directory, Leech Protection memberi perlindungan password tambahan kepada suatu direktori. Namun tambahannya, dia akan memblokir alamat IP mereka jika sudah salah sekian kali (sesuai setting anda).

Cron Jobs. Dia memungkinkan kita mengatur perintah yang secara otomatis akan dieksekusi secara berkala sesuai setting kita. Misalnya cron untuk menghapus file temporary setiap minggu sehingga space hosting kita tetap longgar.

Error Pages. Di sini, kita bisa membuat halaman error yang akan ditampilkan di website kita jika ada kesalahan teknis tertentu.

Image Manager. Fitur ini memberi Anda kemampuan untuk melihat dan memodifikasi gambar yang tersimpan di hosting Anda. Misalnya mengubah ukuran gambar dan jenisnya.

CGI Center. Di dalamnya berisi library script-script sederhana yang bisa diaplikasikan ke website anda, seperti buku tamu, counter, clock, dan banner berjalan.

Network Tools. Di sini, user dapat melacak informasi tentang sebuah domain (Domain Lookup), atau melacak rute dari server ke komputer dimana anda mengakses cPanel (Traceroute).

PHP Configuration. Di sini, anda dapat menemukan nilai dari sejumlah konfigurasi default dari PHP server. Anda dapat menyesuaikan konfigurasinya dengan teknik php.ini.

Apache Handler mengontrol bagaimana web server Apache menangani jenis file dan ekstensi tertentu pada situs Anda. Misalnya ekstensi .cgi .pl .plx .ppl .perl, akan diperlakukan sebagai file “cgi-script”, dan ditangani sebagaimana file cgi-script biasanya.

MIME Types. Hampir sama seperti Apache Handler, namun di samping memberitahu cara kerja server, MIME Types memberitahu browser bagaimana menangani ekstensi tertentu.

Latest Visitor. Fungsi ini menampilkan hingga 1.000 entri terbaru mengenai alamat IP dari visitor terbaru dari website anda. Anda dapat melacak serangan dos (denial of service) di sini.

Webalizer. Satu lagi program statistik di dalam cPanel. Webalizer akan menampilkan berbagai grafik dan diagram tentang siapa yang mengunjungi situs Anda.

AWSTAT. Dia adalah program statistik yang menyediakan berbagai macam diagram dan grafik. Di sini kita bisa melihat siapa saja dan dari mana saja asal pengunjung situs kita yang selanjutnya dapat menjadi acuan dalam pengembangan situs kita.

Analog Stat. Program statistik lain yang terdapat di dalam cPanel. Analog Stat menghasilkan ringkasan sederhana dari semua orang yang telah mengunjungi situs Anda. Meski kontennya terbatas, namun dia amat membantu untuk melihat dari mana asal pengunjung Anda.

WordPress. Di sini, anda dapat dengan mudah install WordPress di server anda. WordPress adalah website builder yang paling populer untuk keperluan ngeblog.

Joomla. Selain WordPress, ada pula Joomla. Website builder ini cocok untuk membangun web profil perusahaan karena fiturnya sangat kompleks dan dalam.

Prestashop adalah website builder yang dapat anda manfaatkan untuk membuat toko online. Di dalamnya sudah tersedia fitur-fitur toko online yang lengkap seperti shopping cart, dlsb.

phpBB. Website builder ini dikhususkan untuk pembuatan website berbasis forum.

WHMCS. Bila anda sedang membangun web hosting, maka anda membutuhkan administrasi yang lengkap. Di WHMCS, anda sudah bisa menemukan semuanya, seperti fungsi submit ticket, billing, dlsb. Namun sifatnya berbayar.

Moodle. Website builder ini cocok bagi anda yang ingin membangun website untuk keperluan elearning dan kelas online.

Softaculous. Keseluruhan website builder di atas dapat anda install cukup hanya dengan satu kali klik melalui Softaculous. Selain itu di dalamnya masih ada 200+ pilihan Content Management System (CMS) untuk berbagai keperluan seperti sosial media, video streaming, wiki, dlsb.

Video Tutorial. Di sini, Anda bisa menemukan sejumlah tutorial yang lengkap dalam bentuk video seputar bagaimana menjalankan cPanel.

berikut adalah beberapa fitur standar pada cpanel

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*